Bulan Juni Kepada Nona

Juni

 

Tuan telah pergi

Dan nona masih berdiam di sini

Untuk apa, nona? Mengejar sesuatu yang tidak pasti.

Sudah saya peringatkan, nona.

Jatuh cinta dengan penyair itu sulit.

Sekarang, biarlah tuan pergi tanpa tujuan

Dan jangan tunggu tuan kembali.

Nona ingat apa yang tuan katakan?

Bahwa nona bukanlah tempatnya untuk pulang, jadi berhentilah menunggu.

Iklan

Dari Nona, Untuk Tuan

 

Cukuplah bermain-main, wahai tuan.

Teka-tekimu itu, sungguh buatku curiga.

Namun apa daya, kau selalu bisa membuatku jatuh pada teka-tekimu.

 

Dan aku takut jawabanku mengenai teka-tekimu itu salah.

 

#ItaBerpuisi – 3

 

Upaya Penanganan Kasus Pelanggaran HAM

Berikut merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

  1. Penegakkan supremasi hukum dan demokrasi.
  2. Meningkatkan kualitas layanan publik.
  3. Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah.
  4. Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
  5. Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.
  6. Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat.

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat!

Kembali.

 

03.30, Tangerang Selatan.

 

Ibu, paman berpulang.

Berhenti bernafas, kembali ke yang Maha Kuasa.

Ibu, tak usah kau tahan sedihmu.

Menangislah, aku di sini untukmu.

 

Waktu terkadang sangat kejam.

Pula malaikat maut, mengambil jiwa kapan saja.

Ibu, pergilah ke tanahnya.

Melihat raganya sebelum ia benar-benar pergi.

Tapi tolong kembali, aku masih membutuhkanmu di sini.

#ItaBerpuisi – 2

ada juga di highlight instagram story saya.

Tuan, Nona, dan Senja Kelabu

 

Tuan, tidakkah tuan lelah memberi nona teka-teki?

Memberi nona ucapan manis tanpa kejelasan berarti.

Tuan, tidakkah tuan lelah membuat teka-teki?

Membuat tuan ikut terjebak dalam kata-kata yang tuan buat sendiri.

 

Nona, mengapa nona masih menunggu?

Tidakkah itu jelas, bahwa tuan hanya-bermain-main?

Tuan memberi terlalu banyak teka-teki, dengan jawaban yang tidak pernah pasti.

Nona, mau sampai kapan menunggu seperti ini?

 

Senja itu seketika muram.

Langit indah tertutup awan kelabu.

Ah, rupanya senja pula berduka

Atas kerumitan hubungan tuan dan nona.

 

 

#ItaBerpuisi – 1

ada juga di highlight instagram story saya

10 Istilah di Laboratorium Biologi

Berikut 10 alat yang akan sering kalian temui di laboratorium biologi beserta fungsi, bahan baku, dan hal yang perlu diperhatikan mengenai alat tersebut.

  1. Mikroskop. Berfungsi untuk melihat mikroorganisme. Bahan baku terbuat dari besi, cermin, dan kaca lensa (mudah pecah). Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah lensa mudah berjamur bila terkena air (basah).
  2. pH Meter. Berfungsi untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu cairan. Berbahan baku elektroda (probe pengukur) dan alat elektronik yang mengukur dan menampilkan pH. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah perlu dicuci dengan air khusus sebelum dan sesudah pemakaiannya.
  3. Neraca Ohaus. Berfungsi untuk mengukur massa benda. Berbahan baku logam. Hal yang perli diperhatikan dari alat ini adalah ia memiliki ketelitian yang cukup tinggi (0,1 gram)
  4. Alu dan Lubang Porselain. Berfungsi untuk menghaluskan zat padat untuk eksperimen. Berbahan baku porselain. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah porselain mudah pecah.
  5. Tabung Reaksi. Berfungsi untuk mencampur atau memanaskan bahan kimia. Berbahan baku kaca. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah pecah.
  6. Cawan Petri. Berfungsi untuk menimbang bahan. Terbuat dari plastik atau kaca. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah pecah.
  7. Desikator. Berfungsi untuk menyimpan bajan yang harus bebas air. Terbuat dari kaca. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah pecah.
  8. Kacamata Pengaman. Berfungsi untuk melindungi mata dari zat-zat yang ada di laboratorium. Terbuat dari plastik dan karet. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah baret.
  9. Buret. Berfungsi untuk menempatkan larutan untuk titrasi. Terbuat dari kaca. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah pecah.
  10. Kertas Saring. Berfungsi untuk menyaring larutan. Terbuat dari kertas. Hal yang perlu diperhatikan dari alat ini adalah mudah sobek dan rapuh.

15 Istilah Biologi

Biologi memiliki banyak cabang dalam ilmu-ilmunya. Berikut adalah 15 cabang biologi yang saya ketahui.

  1. Aerobiologi: mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara.
  2. Agronomi: mempelajari tanaman budidaya.
  3. Algologi: mempelajari alga.
  4. Helminthologi: mempelajari cacing.
  5. Ikhtiologi: mempelajari ikan.
  6. Ilmu Gulma: mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya.
  7. Kardiologi: mempelajari jantung dan pembuluh darah.
  8. Malakologi: mempelajari moluska.
  9. Momologi: mempelajari mamalia.
  10. Miologi: mempelajari otot.
  11. Mirmekologi: mempelajari rayap.
  12. Nasofaringologi: mempelajari nasofaring.
  13. Nematologi: mempelajari nematoda.
  14. Nefrologi: mempelajari fungsi dan penyakit ginjal.
  15. Pediatri: mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak.

Semoga bermanfaat bagi semuanya!